Fachreza

Posted: June 15, 2011 in Galeri Foto

 

Do You fell lonely?

Posted: June 25, 2011 in Tulisan dan Karya

Merebahkan tubuhmu pada sebuah sofa ditemani dengan secangkir tea hangat!Rilex, atur gerakan nafasmu! kendurkan otot2 dan sendi yang lelah! Dan lepaskan segala beban pikiran yang menggangu kerja seluruh metabolisme tubuhmu!

Berada dalam kesendirian! Memandang kerlipan bintang di langit! Yang tiada henti memancarkan  sinar kehangatan pada bumi!Jauh di langit sana dan pada jangkauan waktu yang sama!Apakah terdapat dua dimensi yang sama,seperti apa yang kita rasakan!. Sesaat ketika kita merasa dalam kesendirian!

Lalu

Pejamkan kedua matamu!,Rasakan desir angin yang berhembus di sekelilingmu!lambatkan alun nafasmu!,Bukalah memori2 dan kenangan kenangan yang indah dan hempaskanlah segala keterpurukan!,Pusatkan konsentrasimu! Rasakan aliran energi kasih sayang yang mengalir ditubuhmu!mengalir dari setiap desah nafasmu, dari ujung kaki hingga seluruh tubuhmu,Rasakan Kasih sayang yang telah tercurah dari kedua orang tuamu,saudara2mu,sahabat2 yang mencintaimu! Terlebih Kasih sayang dari sang Maha pencita! Renungi……dan ……rasakan dan berputarlah dalam lingkaran waktu!

Semakin larut……..larut………..berada dalam kenangan silam.

Dimana keegoisan  itu ada dan membutakan mata hati kita!menghianati semua orang yang menyayangi kita!melukai  apa yang telah terberi! Dimana tiada rasa syukur yang terucap!rasakan……….rasakanlah.kesedihan mereka! Ingatah apa yang kita perbuat hingga menghancurkan bagian kasih sayang yang dulu tercurah! Menangislah………menangislah jika itu dapat mengembalikan dan mengobati segala luka yang telah silam!

Secara perlahan bukalah matamu!Lepas semua kegelisahan! Ber’islahlah dan intropeksi atas segala kesalahan yang telah lalu!kembalikan semangat yang dulu ada dan yakinlah dengan apa yang kaumiliki!semangat,cinta dan kasih sayang pun akan kembali dan memberikan energi yang besar untukmu bersukur atas apa yang kau miliki! Dan membuatmu dewasa atas segala hal yang kau alami!

Sehingga kesendirian tidak membuatmu bertanya?? Namun kesendirian adalah cara Nya menyayangimu dan mebuatmu berfikir!

Ketika Hari itu datang

Posted: June 25, 2011 in Tulisan dan Karya

Sore itu,hari tampak gelap. Awan hitam mengumpul dan menutupi cahaya mentari. Semilir angin berhembus, menusuk  kulit  dan sendi sendi dalam tubuhku. Suhu udara terasa dingin. Segera ku bergegas merapikan cucian yang baru saja ku keringkan dibawah sinar matahari , hujan akan turun pikirku. kembali di tempat pembaringan, ku rebahkan tubuhku dan menutupinya dengan selimut panjang.

10 menit berlalu, hujan belum juga turun.Bahkan yang membuatku heran, dari celah2 fentilasi jendela, sinar mentari menerobos masuk. Perubahan yang sangat siginifican , perubahan yang tiada pernah dapat kuprediksikan.

Bahkan ketika hari itu datang, ketikaku berada dalam situasi yang sarat akan ujian, aku tiada pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Ketika pilihan itu datang, aku tidak akan pernah tau apabila  tidak pernah mencoba untuk memilih. Hari itu datang dengan kesenangan dan kesulitan yang mungkin akan menguji. Kesulitan adalah suatu hal yang lumrah bagi siapa yang sabar dan tegar menghadapi ujian. Namun kesenangan adalah ujian yang tidak dapat kita prediksikan, yang dapat membutakan mata hati atau melenakan kita. Namun hari itu telah tergaris, dimana kita tidak dapat memilih,bahkan segala daya dan upaya pun sia sia belaka.

Sesuatu yang  indah di pelupuk mata, bisa saja menjadi cela dalam keterpurukan. Begitupula sebaliknya.Cukup sulit untuk memilih bahkan menguras otak untuk berfikir.  Sulit bagiku untuk memilih, namun kuyakinkan hatiku ketika hari itu datang “ aku tahu segalanya datang sesuai dengan porsi dan ukuran yang harus kujalani”.Bahkan ketika pikiran ini berkata,”Sulit”. Aku pun tahu tiada yang dapat melebihi  rencana Nya dan kemampuan Nya.

Suatu hal yang menjadi  kedala ketika hari itu datang adalah hati ini, apakah akan tulus untuk menerimanya ataukah mulut dan hati ini akan menggumal menolaknya. Bertanyalah pada mata hati?

Lirik : Khilaf

Posted: June 15, 2011 in Lagu & Lirik

Penyanyi : Fachreza

Pencipta Lagu : Fachreza

Aransemen Musik : Dicky Ahmad

Seringkali hatiku resah

Tanpa kuingat namaMu ya Allah

Seringkali hatiku gundah

Melupakan diriMu ya Allah

Hati kecil tak mungkin berbohong

Dalam hening aku berkata

Reff:

Aku lemah lemah lemah dan tiada berdaya

Aku khilaf khilaf khilaf karena ku manusia

Tapi yang kuinginkan selalu didekatMu

PadaMu ya Allah

Aku lemah lemah lemah dan tiada berdaya

Aku khilaf khilaf khilaf karena ku manusia

Tapi yang kuinginkan selalu didekatMu

PadaMu ya Allah

Seringkali hatiku resah

Melupakan diriMu ya Allah

Hati kecil tak mungkin berbohong

Dalam hening aku berkata

untiled

Posted: June 15, 2011 in Tulisan dan Karya

Malam semakin larut, mataku belum juga terpejam. Mungkin bayangan itu telah datang? Bayangan semu,bayangan tentang dirinya, ataupun bayangan tentang angan angan yang membutakan akal sehatku. Kekecewaan itu datang dan menyeretku ke tepi jurang.

Mataku mencoba  terpejam,ketika ku berdiri di tebing itu.Angin berhembus di tepian seolah olah mencoba membawaku terbang jauh kedalam jurang penyesalan. Namun Sang Mata hati menahanku, dan berkata “Lihat lah ia (Matahari) begitu terangnya , atau pun bulan ketika malam begitu setia nya menemani mu, atau ketika jantungmu berdetak, tiada pernah ia berkata lelah”. Apakah lelah yang kaurasakan akan membuatmu menyerah ?.

 

Pernah pula ketika aku berjalan menyisir  keramaian kota, seorang pemuda berjalan dengan senyuman di wajahya. Baju lusuh yang ia kenakan dan sepasang sandal jepit tak membuat hatinya lirih dengan kehidupan. Bahkan ketika rejeki itu datang, sebungkus nasi bungkus ia terima dengan penuh rasa gembira dan syukur walaupun dengan lauk pauk seadanya.

Kutarik langkahku mundur, sejenak pikiran dan emosiku mereda, namun bisikan bisikan itu menggoda ku. Memutar balikan memoriku. Menghadapkan ku pada kenyataan dan pertanyaan? Apakah aq bisa melaluinya? Apakah aq bisa menerimanya!

Ingin rasanya terhempas dan melayang seperti angin, mengikuti arah alur yang berhembus. Atau kutautkan diriku seperti layaknya burung yang terbang bebas diangkasa.

Namun aq adalah aq. Aq bukanlah angin dan aq bukanlah sang burung, aq adalah seseorang dengan sekelumit masalah, tapi mengapa aku merasa terhimpit, bahkan merasa kecil. Jika aq hempaskan tubuhku ke dalam jurang, maka aq akan merasa malu dengan sang pemuda, karena ia  merasa nyaman dan syukur dengan keadaanya yang sempit.

Jika ku mengakhiri hidupku, aku pun malu pada sang mentari yang telah setia menemaniku dalam sisa hidupku. Maka kupalingkan niatku. Dan ku tenggakan kepalaku.

Sorot sinar mentari seolah membutakan pandanganku.

……………

………………….. perlahan……..

Kubuka mataku dan menemuiku dalam pembaringan, rupanya aku hanya bermimpi, mimpi buruk! Namun aku bersukur karena aku bisa membuka mata ini dan melihat indahnya dunia dalam senyuman.